BANGUNAN GEDUNG RSUD dr R SOETIJONO BLORA YANG AMBROL, SUDAH SELESAI DI PERBAIKI

Para pekerja sedang melakukan pengecatan atap gedung yang sudah selesai di perbaiki


BLORA, SERGAPNEWS. Seperti yang sudah pernah di beritakan Sergapnews sebelumnya, bahwa  pada tanggal 30 Desember 2020, sekira pukul 21.30 WIB, terjadi insiden di RSUD dr R Soetijono Blora Jawa Tengah, sebuah atap gedung rumah sakit tersebut ambrol tanpa sebab yang jelas, dan tidak ada korban saat insiden terjadi, kini sudah selesai di perbaiki walaupun belum seratus persen. Artinya pembangunanya itu sendiri sudah selesai di laksanakan tinggal melakukan pengecatan.

Menurut pekerja yang sedang melakukan pengecatan, perkiraan untuk mencapai hasil yang maksimal di butuhkan waktu satu sampai dua hari. 

Menanggapi hal ini, Direktur  RSUD dr R Soetijono Blora, dr. Nugroho Adiwarso, yang di temui Sergapnews, yang langsung mengajaknya kembali melihat langsung ke lokasi kejadian pada Jum'at ( 15/1) siang, menjelaskan bahwa untuk pengerjaan bangunan yang ambrol kemarin sudah selesai, tinggal pengecatan. Menurutnya, pihak penanggung jawab telah betul betul bertanggung jawab atas proyek tersebut. "Atas insiden tersebut kita anggap sebagai ujian. Untuk kedepanya kita bisa lebih hati hati lagi agar tidak terjadi hal hal yang tidak kita inginkan. Untungnya lagi tidak ada korban, karena ini merupakan tangga darurat yang tidak setiap saat di lewati ". Jelasnya

Sedangkan Kabid Penunjang RSUD dr R Soetijono Blora, drg. Willys, yang turut serta ke lokasi perbaikan menjelaskan, bahwa kejadian ini betul betul di luar dugaan " kami tidak menyangka akan terjadi insiden ini. Padahal baru satu tahun ". Katanya.

Direktur RSUD dr R Soetijono Blora, dr Nugroho bersama Kabid Penunjang drg. Willys dan wartawan Sergapnews di lokasi perbaikan.


Di singgung mengenai dana yang di gunakan untuk perbaikan, drg. Willys mengatakan bahwa pihak Rumah Sakit tidak mengeluarkan dana tambahan sedikitpun karena masih dalam masa pemeliharaan " Dalam hal ini kami tidak mengeluarkan dana tambahan, karena masih dalam masa pemeliharaan. Lagi pula kita harus ambil dana dari mana ". Tambahnya.

Atas insiden ini, drg.Willys juga merasa kasihan pada pihak penanggung jawab, dalam hal ini CV Cakra Berlian, karena bangunan itu menurutnya tergolong belum lama dengan biaya yang hampir satu miliar rupiah. Menurut drg. Willys kejadian ini merupakan pengalaman sekaligus pelajaran yang sangat berharga. ( Edy / Harti ).