BREAKING NEWS

Brutal di Balik Dinding Pesantren: Santri 16 Tahun Babak Belur, Orang Tua Seret Kasus ke Polda Babel

SERGAPNEWS.COM, BANGKA - Dunia pendidikan kembali tercoreng. Seorang santri berinisial Abdul Hapfiz Paturohman (16) diduga menjadi korban pengeroyokan brutal di Pondok Pesantren Daarul Abror, Kabupaten Bangka. Sur (45), sang ayah, hancur melihat anaknya yang seharusnya menimba ilmu justru pulang dengan tubuh penuh luka.

Peristiwa keji itu terjadi pada Sabtu malam (11/04/2026) sekitar pukul 23.15 WIB di Desa Kace, Kecamatan Mendo Barat. Dugaan kuat mengarah pada aksi kekerasan yang dilakukan oleh sesama santri, mencerminkan lemahnya pengawasan di lingkungan pendidikan tersebut.

Akibat pengeroyokan itu, korban harus dilarikan ke rumah sakit di Kota Pangkalpinang dalam kondisi memprihatinkan. Luka benjol di kepala serta memar di dada, perut, dan punggung menjadi bukti nyata kebrutalan yang dialaminya. Bahkan, cedera di bahu kiri membuat korban kesulitan bergerak.

Tak tinggal diam, Sur  mengambil langkah tegas. Dengan kondisi batin yang terpukul dan trauma mendalam, ia resmi melaporkan kejadian ini ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Kepulauan Bangka Belitung pada Senin (13/04/2026).

Laporan tersebut tercatat dengan nomor: LP/B/55/IV/2026/SPKT/POLDA BANGKA BELITUNG, terkait dugaan pelanggaran serius terhadap Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Kabid Humas Polda Babel, Kombes Pol Agus Sugiyaso, mengonfirmasi bahwa laporan telah diterima dan sedang ditindaklanjuti. “Kami akan mengusut tuntas. Tidak boleh ada ruang bagi pelaku kekerasan terhadap anak,” tegasnya.

Pihak kepolisian juga menilai insiden ini sebagai tamparan keras bagi dunia pendidikan, khususnya lembaga yang seharusnya menjadi tempat aman dan pembentukan karakter. Kekerasan di lingkungan pesantren menjadi alarm serius yang tak bisa lagi dianggap sepele.

“Kami ingatkan, kekerasan bukan hanya melanggar norma, tapi juga hukum. Siapa pun yang terlibat akan mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tegas Kabid Humas. Saat ini, penyelidikan terus berjalan untuk mengungkap siapa saja yang harus bertanggung jawab atas insiden memalukan ini.  (*)
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image