SPBU Kejora Membara! Dua Mobil Diduga Pengerit Pertalite Ludes Terbakar, Sistem Barcode Dipertanyakan
0 menit baca
SERGAPNEWS.COM, BANGKA TENGAH - kembali diguncang peristiwa kebakaran di area SPBU Kejora, Senin (16/2/2026). Dua kendaraan yang diduga kuat terlibat praktik pengangkutan BBM subsidi secara ilegal terbakar hebat. Satu unit Suzuki APV hangus tak bersisa, sementara sebuah Toyota pickup mengalami kerusakan parah di bagian depan akibat jilatan api.
Dari hasil pantauan di lapangan, ditemukan tangki berkapasitas besar yang telah dimodifikasi di dalam Suzuki APV yang terbakar. Penemuan ini semakin menguatkan dugaan adanya aktivitas penyalahgunaan BBM subsidi jenis Pertalite. Modifikasi tersebut diduga sengaja dirancang untuk menampung bahan bakar melebihi kapasitas standar kendaraan.
Di sisi lain, penanggung jawab SPBU Kejora, Junai, menyatakan bahwa pihaknya tidak mengetahui kendaraan tersebut sebagai mobil pengerit. Ia juga mengaku tidak mengenal pemilik kedua kendaraan yang terbakar dan menyebut kejadian itu murni musibah tanpa unsur kesengajaan dari pihak SPBU.
Namun, pernyataan tersebut memicu tanda tanya publik. Pasalnya, sistem barcode MyPertamina yang digunakan dalam transaksi BBM subsidi secara otomatis menampilkan data kendaraan, termasuk identitas pemilik dan kapasitas tangki yang terdaftar. Dengan sistem digital tersebut, kejanggalan kapasitas dinilai sulit luput dari pengawasan petugas pengisian.
Beberapa saksi di lokasi juga mengaku tidak ada pihak yang dapat memastikan siapa pemilik dua kendaraan itu. Kondisi ini dianggap janggal, mengingat seluruh transaksi pembelian BBM subsidi terekam secara elektronik dan seharusnya dapat ditelusuri dengan mudah melalui sistem yang tersedia.
Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran Bangka Tengah dan Pangkalpinang yang tiba di lokasi menyampaikan bahwa api dengan cepat membesar karena adanya bahan mudah terbakar di dalam kendaraan. Api berhasil dipadamkan setelah upaya intensif, meski satu unit kendaraan telah hangus total.
Sampai berita ini dirilis, konfirmasi kepada aparat penegak hukum masih terus dilakukan terkait langkah penyelidikan dan potensi sanksi hukum, termasuk kemungkinan pertanggungjawaban pengelola SPBU berinisial Wly serta dugaan kelalaian petugas. Masyarakat berharap penegakan hukum dilakukan secara transparan dan tegas agar distribusi subsidi negara tidak terus disalahgunakan dan keamanan di lingkungan SPBU tetap terjaga.



