BREAKING NEWS

Motor Vario Modifikasi Terbakar di SPBU Selindung: Pengawas Gugur Setelah Terpapar Serbuk Kimia APAR — Pemilik SPBU dan Pertamina Bangka Diduga Lalai dan Diminta Bertanggung Jawab

SERGAPNEWS.COM, PANGKALPINANG, 22 AGUSTUS 2026 — Dini hari tadi sekitar pukul 11, warga di sekitar SPBU Selindung, Pangkalpinang, dilanda kepanikan luar biasa. Sebuah sepeda motor Honda Vario yang telah dimodifikasi dan biasa beroperasi di lingkungan SPBU tersebut tiba-tiba terbakar hebat saat terparkir tidak jauh dari mesin pengisian bahan bakar. Api yang menjalar dengan cepat membuat pengunjung dan warga sekitar berhamburan lari menyelamatkan diri, takut terjadi ledakan yang bisa menelan korban lebih banyak di lokasi yang menyimpan bahan bakar berbahaya itu.
 
Melihat situasi semakin berbahaya, seorang pengawas SPBU yang sedang bertugas di lokasi segera mengambil langkah berani untuk mencegah bencana lebih besar. Beliau berusaha memadamkan api yang melahap motor Vario modifikasi itu menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), berharap api dapat diredam sebelum menjalar ke tangki penyimpanan bahan bakar atau kendaraan lain. Namun, dalam proses penyemprotan tersebut, pengawas itu terpapar langsung serbuk kimia yang keluar dari alat pemadam api tersebut tanpa perlindungan diri yang memadai.
 
Baru saja menyelesaikan penyemprotan, kondisi pengawas itu langsung menurun drastis. Beliau terlihat lemas tak berdaya dan mengalami sesak napas yang sangat parah akibat paparan zat kimia dari APAR tersebut. Rekan-rekan dan warga yang ada di lokasi segera membawanya ke Unit Gawat Darurat (UGD) terdekat untuk mendapatkan penanganan medis secepat mungkin. Namun sayang, upaya penyelamatan nyawa tersebut tidak membuahkan hasil, dan beliau akhirnya meninggal dunia akibat dampak dari paparan zat kimia tersebut.
 
Tragedi ini semakin menyoroti kelalaian besar yang diduga dilakukan oleh pihak pemilik SPBU Selindung. Sejak awal terjadinya kebakaran, tidak terlihat adanya langkah-langkah pengamanan yang terstruktur maupun prosedur tanggap darurat yang berjalan dengan baik. Tidak adanya petugas yang sigap mengawal situasi, serta tidak disediakannya perlengkapan pelindung diri bagi petugas yang bertugas menangani kebakaran, menjadi bukti nyata betapa lemahnya pengelolaan keamanan di SPBU tersebut.
 
Kondisi menjadi jauh lebih mengkhawatirkan ketika diduga kuat adanya pembiaran yang berlarut-larut dari pihak Pertamina selaku pihak yang bertanggung jawab atas pengawasan seluruh jaringan SPBU di wilayah tersebut, termasuk SPBU Selindung dengan kode 2433169 ini. Kelalaian ini terlihat dari tidak adanya pengawasan rutin yang ketat terhadap kelayakan alat keselamatan, kelengkapan perlindungan petugas, maupun pelaksanaan prosedur keamanan yang seharusnya menjadi kewajiban pokok Pertamina.
 
Akibat kelalaian yang ditumpuk oleh pemilik SPBU dan pengawasan yang lemah dari Pertamina Bangka, nyawa seorang pengawas yang justru berusaha menyelamatkan orang lain menjadi korban. Seharusnya, sebagai fasilitas yang menyimpan bahan bakar mudah terbakar, SPBU wajib memiliki standar keamanan tertinggi, alat pemadam api yang terawat baik, serta petugas yang dilengkapi peralatan pelindung diri yang memadai. Semua hal ini tampaknya diabaikan begitu saja oleh pihak yang berwenang.
 
Masyarakat menuntut agar pemilik SPBU Selindung dan Pertamina Bangka segera memberikan penjelasan yang transparan, jujur, dan bertanggung jawab atas seluruh rangkaian kejadian ini. Mulai dari penyebab kebakaran, kelayakan alat pemadam api yang digunakan, hingga tidak adanya perlindungan diri bagi petugas, semuanya wajib dijelaskan secara terbuka. Tidak boleh ada upaya menutupi kesalahan atau mengalihkan tanggung jawab kepada pihak lain.
 
Kami juga mendesak agar dilakukan penyelidikan menyeluruh oleh pihak berwenang, menelusuri siapa saja pihak yang bertanggung jawab atas kelalaian yang menyebabkan kematian pengawas tersebut. Pemilik SPBU dan Pertamina Bangka wajib menanggung konsekuensi hukum dan moral atas kelalaian yang telah dilakukan. Nyawa yang telah hilang tidak dapat dikembalikan, namun keadilan harus ditegakkan agar tidak ada lagi korban yang jatuh akibat kelalaian dan pengabaian keselamatan yang sama di masa mendatang.

(TIM INVESTIGASI)
KABAR NASIONAL
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image