Pilchiksung 47 Gampong: Publik Sorot Amanah, Bukan Janji Tapi Nyata, Jika Bukan Ahlinya Maka Tunggu Kehancuran
SERGAPNEWS.COM, KOTA LANGSA - Pilchiksung jadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Dari sudut kota sampai lorong-lorong gampong, nama calon Geuchik jadi bahan obrolan. Apalagi saat ini 47 gampong di lima kecamatan Kota Langsa bersiap menggelar pesta demokrasi desa dalam waktu dekat.
Di tengah riuh rendah politik, masyarakat kembali membedah sosok calon Geuchik. Rekam jejak dibuka, integritas diuji, janji kampanye ditimbang. Sorotan tidak lagi sekadar di panggung, tapi masuk sampai ke dapur warga.
Kali ini publik tidak lagi diam. Masyarakat mulai membuka mata, membuka catatan, membongkar rekam jejak. Spanduk boleh dipasang tinggi, janji boleh ditebar luas, salaman boleh disebar di setiap warung kopi. Tapi sorotan rakyat sudah menyala lebih dulu.
Publik menyoroti dengan teliti siapa yang layak menduduki kursi Geuchik. Bukan yang paling lantang berpidato di podium, tapi yang paling bersih jejaknya saat gampong sepi. Bukan yang paling rajin bersalaman saat musim kampanye, tapi yang paling setia meneduh saat rakyat dilanda hujan masalah.
Pengamat politik yang akrab disapa Bung Tomo menegaskan: Sejak pemekaran lima kecamatan menjadi 66 desa di Kota Langsa, sorotan publik terhadap Pilchiksung makin tajam. Pertanyaan besar muncul: Siapa yang benar-benar amanah, dan siapa yang hanya pandai berpidato?
Pengamat Pilchiksung mengingat kan, Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah kehancuran."* Ujar Bung Tomo, mengutip ( HR. Bukhari) Rabu 10/6/2026)
(Penulis: Hendrik)
