Turut Berduka Cita, Keluarga Besar Harianja Gelar Upacara Adat Saur Matua untuk Almarhum Op. Dison Harianja
Sergapnews.com SERGAI – Suasana duka menyelimuti keluarga besar Harianja atas berpulangnya Op. Dison Harianja (Pinondang Harianja) yang meninggal dunia pada Sabtu, 30 Mei 2026, dalam usia 59 tahun.
Almarhum meninggalkan seorang istri, 9 orang anak yang terdiri dari 5 perempuan dan 4 laki-laki, serta 2 orang cucu. Kepergian almarhum menjadi kehilangan mendalam bagi keluarga, kerabat, dan seluruh masyarakat yang mengenalnya.
Sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum, keluarga besar Harianja menggelar upacara adat Saur Matua sesuai dengan tata cara dan nilai-nilai luhur adat Batak. Acara tersebut berlangsung khidmat dan penuh haru dengan dihadiri keluarga besar keturunan Op. Horis Harianja, para kerabat, serta unsur keluarga dari berbagai marga yang memiliki hubungan kekerabatan.
Prosesi adat turut dihadiri oleh Bona Ni Ari, Bona Tulang, Tulang Rorobot, Tulang Godang, Hula-hula, Hula-hula Naposo, para kerabat, rekan kerja, serta berbagai kelompok STM yang telah bersepakat hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.
Dalam rangkaian acara adat tersebut, dilaksanakan pula tortor olop-olop sebagai simbol penghormatan kepada para hula-hula. Tradisi ini mencerminkan nilai luhur adat Batak yang menjunjung tinggi rasa hormat, kebersamaan, serta mempererat hubungan kekeluargaan. Melalui penghormatan kepada hula-hula, keluarga memohon berkat dan penguatan agar seluruh keturunan yang ditinggalkan tetap diberikan kesehatan, kedamaian, dan kesejahteraan.
Pada kesempatan tersebut, Pimpinan Redaksi Tuntaspost TV, Edison Harianja, yang juga merupakan bagian dari keluarga besar Harianja, menyampaikan belasungkawa yang mendalam.
"Atas nama keluarga besar Harianja dan jajaran Tuntaspost TV, kami menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas kepergian Op. Dison Harianja. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan seluruh keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, serta penghiburan dalam menghadapi masa-masa dukacita ini," ujar Edison Harianja.
Rangkaian upacara adat ditutup dengan prosesi penutupan peti yang dipimpin oleh panitia gereja dan para pelayan jemaat, dilanjutkan dengan doa bersama yang diikuti kedua belah pihak keluarga. Setelah seluruh prosesi adat dan keagamaan selesai dilaksanakan, jenazah almarhum kemudian diberangkatkan menuju lokasi pemakaman yang telah disediakan tidak jauh dari kediaman keluarga.
Kepergian Op. Dison Harianja meninggalkan kenangan, teladan, dan nilai-nilai kekeluargaan yang akan terus dikenang oleh seluruh keluarga besar Harianja. Semoga almarhum beristirahat dengan damai, dan keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan kekuatan serta penghiburan dari Tuhan Yang Maha Esa.
