Kapolsek Mamajang: Tak Ada Toleransi bagi Pelaku Perang Kelompok
SERGAPNEWS.COM, MAKASSAR — Kesigapan jajaran Polsek Mamajang, Polrestabes Makassar, kembali diuji saat potensi perang kelompok terjadi di Jalan Kakatua, Kelurahan Parang, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, Selasa (6/10/2026) dini hari.
Mendapat informasi mengenai adanya sekelompok orang yang diduga terlibat penyerangan, Tim Opsnal Resmob Polsek Mamajang langsung bergerak menuju lokasi.
Tidak hanya mengerahkan personel, Kapolsek Mamajang AKP Tri Husada Wahyu Andromeda, S.T., juga turun langsung ke lokasi untuk memastikan situasi keamanan benar-benar terkendali dan potensi bentrokan tidak berkembang.
Kehadiran langsung Kapolsek di lapangan menjadi bagian dari langkah cepat kepolisian dalam merespons informasi masyarakat sekaligus memastikan personel mengambil tindakan terukur untuk mencegah terjadinya aksi saling serang.
Setibanya di lokasi, personel segera membubarkan kelompok yang berkumpul. Polisi kemudian melakukan penyisiran di sejumlah lorong yang dinilai rawan menjadi titik berkumpulnya kelompok untuk mengantisipasi kemungkinan aksi susulan.
Dalam penyisiran tersebut, petugas menemukan dan mengamankan sebilah parang serta mata busur yang diduga berkaitan dengan kejadian. Barang tersebut selanjutnya diamankan untuk kepentingan penyelidikan.
"Setelah mendapat informasi, Tim Opsnal Resmob Polsek langsung menuju ke lokasi. Di lokasi kita langsung membubarkan kelompok yang melakukan penyerangan," ujar Kapolsek Tri Husada.
Dalam peristiwa tersebut, seorang warga Kelurahan Parang bernama Fadhil dilaporkan terkena busur pada bagian bawah mata saat melintas di sekitar kawasan kontainer, tepatnya di pertigaan Kelurahan Parang.
Korban disebut sedang dalam perjalanan pulang kerja menuju rumah ketika terkena busur. Fadhil kemudian mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.
Kapolsek Mamajang AKP Tri Husada menegaskan, pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi siapa pun yang berupaya mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat, terlebih dengan membawa senjata tajam maupun benda yang dapat membahayakan keselamatan warga.
"Jangan coba-coba melakukan tindakan yang dapat mengganggu kamtibmas. Kami akan bertindak tegas terhadap setiap pelaku yang terbukti melakukan tindak pidana sesuai hukum yang berlaku," tegas AKP Tri Husada.
Ia juga meminta masyarakat tidak terpancing atau mengambil tindakan sendiri apabila menemukan adanya potensi konflik. Warga diminta segera menghubungi kepolisian agar setiap gangguan keamanan dapat ditangani secara cepat dan tepat.
Menurutnya, kehadiran polisi di tengah masyarakat bukan hanya untuk melakukan penindakan, tetapi juga memastikan warga dapat beraktivitas dan beristirahat dengan aman tanpa dihantui aksi kekerasan.
Polsek Mamajang selanjutnya meningkatkan patroli mobile, pemantauan wilayah dan respons cepat terhadap laporan masyarakat. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya memastikan situasi tetap aman, kondusif serta mencegah potensi perang kelompok kembali terjadi.
Turun langsungnya Kapolsek Mamajang bersama personel di lapangan menjadi penegasan bahwa setiap informasi mengenai potensi gangguan kamtibmas akan segera direspons. Polisi memastikan keamanan masyarakat menjadi prioritas dan setiap tindakan yang mengancam keselamatan warga akan ditindak sesuai ketentuan hukum. (*Rz)
