PKE Belitung Makin Diminati, Ekspor ke Vietnam Tembus 3.850 Ton dengan Nilai Rp9,2 Miliar
BELITUNG – Komoditas Palm Kernel Expeller (PKE) asal Belitung semakin menunjukkan daya tarik di pasar internasional. PT SWP sukses mengekspor 3.850 ton PKE ke Vietnam, dengan nilai transaksi mencapai Rp9,2 miliar, menegaskan posisi produk lokal sebagai pilihan utama bahan baku pakan ternak global.
Herwintarti, Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepulauan Bangka Belitung (Karantina Babel), menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2026, ekspor PKE Belitung terus meningkat. “Ekspor ke Vietnam telah dilakukan 11 kali, dengan total volume 7.700 ton dan nilai Rp18,18 miliar. Sementara ekspor ke Thailand sudah tercatat sekali dengan volume 3.400 ton senilai Rp7,5 miliar,” ujarnya saat menyerahkan phytosanitary certificate pada Selasa (12/05).
Tingginya antusiasme pelaku usaha lokal juga terlihat dari upaya pengajuan Instalasi Karantina Tumbuhan. “Saat ini, 6 Tempat Lain telah resmi teregister, 3 perusahaan menjadi calon Instalasi Karantina Tumbuhan, dan 7 perusahaan lainnya masih dalam proses pengajuan. Kami menargetkan 15 perusahaan bisa terdaftar di tahun 2026 untuk mempercepat proses ekspor,” terang Herwintarti.
Herwintarti menekankan bahwa kelancaran ekspor PKE ini tidak hanya meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan Belitung, tetapi juga memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global. Dampak positifnya akan dirasakan di sektor ekonomi dan ekspor lokal.
Kepala Biro Hukum dan Humas, Sekretariat Utama Badan Karantina Indonesia, menambahkan, PKE yang merupakan hasil olahan inti sawit memiliki kualitas internasional dan mampu memenuhi kebutuhan pasar global, menegaskan bahwa Belitung mampu menjadi pusat ekspor PKE yang kompetitif dan terpercaya.
(Pewarta ; HW)
