Kerinci Journalism Award 2026 Dipertanyakan, Publik Minta Kominfo Buka Identitas Dewan Juri
SERGAPNEWS.COM, KERINCI – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Kerinci diharapkan dapat memastikan profesionalisme dan transparansi dalam penyelenggaraan Kerinci Journalism Award 2026. Ajang yang digelar untuk memeriahkan HUT ke-68 Kabupaten Kerinci dengan total hadiah Rp18 juta tersebut bukan sekadar perlombaan untuk memperebutkan penghargaan. Lebih dari itu, kegiatan ini berkaitan dengan kredibilitas, integritas, dan kehormatan profesi jurnalistik.
Di tengah ajakan kepada wartawan, jurnalis, fotografer, videografer, dan kontributor media untuk mengirimkan karya terbaik, terdapat sejumlah hal mendasar yang dinilai perlu mendapat penjelasan dari pihak penyelenggara.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah mekanisme penilaian serta pihak-pihak yang nantinya dipercaya menjadi dewan juri dalam kompetisi tersebut.
Kominfo Kabupaten Kerinci diharapkan tidak hanya berfokus pada sosialisasi perlombaan, penyampaian informasi hadiah, dan pembukaan pendaftaran. Sebagai penyelenggara, instansi tersebut juga diharapkan memastikan seluruh mekanisme kompetisi berjalan secara profesional, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Hal ini penting agar kegiatan yang mengusung semangat apresiasi terhadap insan pers tetap memperhatikan standar profesionalisme jurnalistik.
Kerinci Journalism Award 2026 menyediakan dua kategori, yakni berita online dan video pendek, dengan empat subtema: infrastruktur jalan, pertanian dan kesejahteraan petani, pelayanan kesehatan, serta pariwisata dan budaya.
Kedua kategori tersebut memiliki karakteristik penilaian yang berbeda. Berita online membutuhkan pemahaman mengenai kode etik jurnalistik, akurasi, keberimbangan, verifikasi, kekuatan data, dan kepentingan publik.
Sementara itu, video pendek membutuhkan kompetensi dalam bidang videografi, sinematografi, penyuntingan, penyusunan narasi, serta ketepatan penyampaian informasi.
Karena itu, Kominfo diharapkan dapat memastikan bahwa pihak-pihak yang ditunjuk sebagai dewan juri memiliki kompetensi dan pengalaman yang sesuai dengan bidang yang dinilai.
Jika penghargaan ini ingin mendapatkan kepercayaan dari kalangan insan pers, standar penilaian yang jelas dan terukur menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan.
Ada beberapa hal yang dinilai perlu dijelaskan secara terbuka oleh Kominfo Kabupaten Kerinci.
Pertama, siapa saja nama dewan juri yang ditunjuk?
Kedua, bagaimana rekam jejak dan pengalaman profesional mereka di bidang jurnalistik, fotografi, dan videografi?
Ketiga, apa saja indikator penilaian yang digunakan untuk menentukan karya terbaik?
Keempat, bagaimana penyelenggara memastikan independensi dewan juri serta mengantisipasi kemungkinan konflik kepentingan?
Pertanyaan tersebut bukan merupakan bentuk penolakan terhadap kegiatan pemerintah daerah. Sebaliknya, hal ini merupakan bagian dari kontrol publik agar sebuah penghargaan memiliki legitimasi dan memperoleh kepercayaan dari kalangan pers.
Kominfo perlu memahami bahwa wartawan bukan sekadar peserta lomba yang mengirimkan karya dan menerima hasil akhir. Peserta juga berhak memperoleh informasi mengenai mekanisme serta standar penilaian yang diterapkan penyelenggara.
Total hadiah Rp18 juta tentu menjadi salah satu daya tarik. Namun, besarnya hadiah bukan satu-satunya ukuran keberhasilan sebuah penghargaan jurnalistik.
Ukuran keberhasilan juga terletak pada kualitas penyelenggaraan, kompetensi dewan juri, objektivitas penilaian, serta kepercayaan peserta terhadap hasil kompetisi.
Terlebih, kegiatan ini membawa nama Pemerintah Kabupaten Kerinci. Oleh sebab itu, Kominfo diharapkan dapat memastikan Kerinci Journalism Award tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga mampu memberikan apresiasi yang berkualitas bagi insan pers.
Semangat mengajak wartawan menghasilkan karya profesional perlu diiringi dengan keterbukaan penyelenggara mengenai standar profesionalisme dalam proses penjurian.
Kini, perhatian publik tertuju pada kesiapan Kominfo Kabupaten Kerinci untuk memberikan penjelasan. Keterbukaan mengenai identitas dewan juri, kompetensi, indikator penilaian, serta jaminan independensi akan menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan peserta.
Jangan hanya meminta wartawan menghasilkan karya terbaik. Penyelenggara juga diharapkan mampu membuktikan bahwa penghargaan tersebut dilaksanakan dengan standar yang profesional.
Sebab, penghargaan jurnalistik yang diselenggarakan secara transparan dan berintegritas akan lebih mudah mendapatkan kepercayaan serta memberikan kehormatan bagi dunia pers.
Fengk
