Andi Kusuma – Budiyono Silaturahmi dengan Warga Surya Timur: Komitmen Tingkatkan Layanan BPJS Kesehatan dan Tolak Money Politic
0 menit baca
SERGAPNEWS.COM, BANGKA - Silaturahmi pasangan Andi Kusuma dan Budiyono bersama masyarakat Lingkungan Surya Timur pada malam ini berlangsung penuh keakraban dan semangat kebersamaan. Warga menyambut dengan antusias, terbukti dari banyaknya masyarakat yang hadir serta interaksi hangat yang tercipta sepanjang acara.
Dalam sambutannya, Andi Kusuma menegaskan bahwa dirinya dan Budiyono hadir bukan hanya untuk berkampanye, melainkan untuk mendengarkan aspirasi masyarakat secara langsung. Salah satu aspirasi penting yang banyak disampaikan warga adalah mengenai pelayanan BPJS Kesehatan.
“Kesehatan adalah kebutuhan dasar. Kami ingin memastikan tidak ada lagi warga yang merasa kesulitan dalam mengakses layanan BPJS Kesehatan, baik karena prosedur yang rumit maupun keterbatasan fasilitas. Kami berkomitmen untuk mendorong agar pelayanan kesehatan semakin mudah, cepat, dan merata di seluruh lapisan masyarakat,” ujar Andi Kusuma.
Selain itu, ia juga menyinggung soal praktik money politic yang kerap mewarnai pesta demokrasi. Dengan tegas, Andi Kusuma menolak segala bentuk politik uang karena hanya akan merugikan rakyat. “Kami hadir untuk membangun daerah ini dengan bersih, bukan dengan membeli suara rakyat. Demokrasi harus dijalankan dengan jujur dan bermartabat. Dukungan yang kami harapkan adalah kepercayaan, bukan karena uang,” tegasnya disambut tepuk tangan warga.
Acara malam itu semakin hangat ketika masyarakat dengan penuh semangat meneriakkan yel-yel dan mengangkat simbol dukungan mereka. Suasana kekeluargaan yang tercipta mencerminkan harapan besar warga Surya Timur terhadap perubahan yang dibawa pasangan Andi Kusuma – Budiyono.
Silaturahmi ini menjadi bukti nyata bahwa pasangan ini tidak hanya berbicara soal visi dan misi, tetapi juga menegaskan komitmen pada isu-isu konkret yang langsung dirasakan masyarakat, mulai dari akses kesehatan yang lebih baik hingga penolakan praktik money politic.
(H.Wijaya)