BREAKING NEWS

Diduga P2K Gunakan Dana Desa dan Dana Calon Keuchik untuk Pilchiksung

SERGAPNEWS.COM, ACEH TIMUR 06/02/2026 - Pemilihan Calon Geuchik Alue Buloh di Kecamatan Birem Bauyen Kabupaten Aceh Timur telah selesai dilaksanakan pada tanggal 5 Februari 2026. Namun, dibalik kesuksesan acara tersebut, muncul dugaan kuat bahwa Panitia Pemilihan Keuchik (P2K) telah melakukan penyimpangan dana yang sangat mengejutkan!

Tempat yang dipakai oleh panitia pelaksana penyelenggaraan, dari amatan pihak media terlihat tempat  pemilihan Keuchik tersebut menggunakan fasilitas Balai Desa atau balai Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Gampong Alue Buloh. 

Dimana letak kotak suara berada di dalam ruang tertutup sehingga diduga masyarakat kurang leluasa untuk mengawasi. Sementara itu Calon Keuchik ditempatkan di luar ruangan atau tepatnya diteras gedung. 

Hal ini mengundang pertanyaan tentang bagaimana netralitas dan profesionalisme Panitia Pemilihan Keuchik sebagai pelaksana pemilihan.

Mirisnya lagi menurut keterangan yang didapat oleh Media Sergapnews dari salah seorang nara sumber yang tidak mau jati dirinya disebutkan, bahwa biaya pendaftaran untuk calon keuchik senilai  Rp. 4.600.000 (empat juta enam ratus ribu rupiah) per calon, untuk ketiga calon dibulatkan menjadi Rp.14.000.000 (empat belas juta rupiah) ditambah dana talangan dari dana desa sebesar Rp. 11.000.000 (sebelas juta rupiah) total keseluruhan yang dana yang diterima panitia sebesar Rp.25.000.000 (dua puluh lima juta rupiah).

Hal ini sangat bertentangan dengan Peraturan mengenai Pilchiksung di Aceh yang mengamanatkan bahwa penyelenggaraan pemilihan harus bersifat transparan, akuntabel, dan tidak boleh menggunakan dana negara atau dana desa untuk kepentingan tertentu, serta calon keuchik dilarang memberikan atau menerima dana yang dapat mempengaruhi hasil pemilihan.

"Ini sangat ironis, panitia pelaksana tidak profesional dan tidak transparan dalam mengelola dana tersebut "  kata sumber dengan nada kritis.

Ketika tim media mencoba menghubungi Ketua Panitia lewat pesan singkat WhatsApp, Ketua panitia tidak  merespon.
"Ini menunjukkan sikap tidak profesional dan membungkam kerja jurnalistik sebagai pilar Demokrasi," 

Tim Media sergapnews.com juga mendesak pihak terkait untuk melakukan lidik dan sidik terkait hal tersebut.

Sehingga berita ini diterbitkan dan 
Redaksi Sergapnewa.com tetap membuka ruang klarifikasi dari pihak panitia pelaksana.
(R10)
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image