Polres Sampang Terima Audiensi Keluarga Korban, Penyidikan Kasus Pembunuhan Banyuates Terus Berjalan
SERGAPNEWS.COM, SAMPANG — Keluarga korban kasus pembunuhan di Kecamatan Banyuates menggelar audiensi dengan Polres Sampang untuk mempertanyakan perkembangan penanganan perkara yang hingga kini belum menunjukkan kejelasan, meski telah berjalan sekitar lima bulan (2/2/2026).
Audiensi tersebut dihadiri keluarga korban bersama tim penasihat hukum dan diterima langsung oleh jajaran Polres Sampang, mulai dari Kanit, Kasat, hingga Wakaops. Pertemuan digelar sebagai upaya meminta penjelasan resmi terkait proses penyidikan yang tengah berlangsung.
Kuasahum keluarga korban menyampaikan bahwa sejak Agustus 2025 pihaknya memilih bersabar menunggu proses hukum. Informasi terakhir diterima pada November 2025, saat keluarga diberi tahu bahwa barang bukti berupa telepon genggam telah diamankan dan dibawa ke Polda Jawa Timur. Namun hingga Januari 2026, belum ada informasi lanjutan terkait hasil penyidikan tersebut.
“Karena itu kami memohon kepada Polres Sampang untuk mengadakan audiensi, agar kami mengetahui sejauh mana perkembangan perkara ini,” ujar kuasa hukum keluarga.
Dalam audiensi tersebut, kuasa hukum korban mengapresiasi sikap Polres Sampang yang dinilai terbuka dan menerima audiensi dengan baik tanpa adanya penundaan. Pihak kepolisian juga disebut telah menyampaikan penjelasan terkait tahapan penyidikan yang sedang berjalan.
Usai audiensi, kuasa hukum keluarga korban mengaku lega karena telah memperoleh penjelasan langsung dari penyidik. Saat ini, keluarga memilih menunggu hasil lanjutan dari pihak kepolisian dan berharap perkara tersebut segera menemukan titik terang, termasuk penetapan tersangka.
Sementara itu, tim penasihat hukum keluarga menyatakan akan terus mengawal proses hukum. Apabila ke depan tidak ada perkembangan signifikan, pihaknya membuka kemungkinan menempuh langkah lanjutan sesuai prosedur yang berlaku melalui mekanisme pengawasan penyidikan.
Keluarga korban menegaskan harapannya agar kasus pembunuhan ini dapat diungkap secara tuntas dan transparan, sehingga tidak menimbulkan kekhawatiran terulangnya peristiwa serupa di wilayah Banyuates.
Red



