BREAKING NEWS

Skandal Binjai: Pesan Konfirmasi ke Kapolres Bocor ke Penjaga Judi, Dugaan Bekingan Aparat Menguat

SERGAPNEWS.COM, BINJAI – Sejak Mirzal Maulana menjabat sebagai Kapolres Binjai, sorotan terhadap maraknya praktik perjudian di wilayah hukum kepolisian tersebut justru semakin tajam. Bukannya diberantas, aktivitas judi malah disebut semakin terang-terangan beroperasi di Kota Binjai. Kondisi ini memunculkan pertanyaan keras di tengah masyarakat: apakah hukum benar-benar masih berjalan atau sudah lumpuh di hadapan para mafia perjudian.

Salah satu titik yang paling disorot adalah arena judi tembak ikan di depan klenteng di Jalan Ade Irma Suryani. Tempat ini bukan lagi sekadar rumor, melainkan sudah menjadi rahasia umum masyarakat sekitar. Mesin-mesin judi disebut beroperasi bebas seolah tidak ada aparat penegak hukum yang berani menyentuhnya.

Lebih mengejutkan lagi, muncul dugaan adanya keterlibatan oknum aparat yang menjaga keberlangsungan praktik perjudian tersebut. Informasi di lapangan menyebutkan adanya sosok dari unsur militer yang kerap terlihat berada di lokasi, seakan memastikan aktivitas perjudian tetap berjalan tanpa gangguan.

Nama Hendra pun mencuat dalam pusaran isu ini. Ia disebut berasal dari unsur Marinir di wilayah Pangkalan Brandan dan sering terlihat mondar-mandir di sekitar lokasi perjudian. Kehadirannya disebut warga bukan sekadar kebetulan, melainkan diduga kuat sebagai sosok yang mengawasi jalannya aktivitas mesin-mesin judi tersebut.

Upaya konfirmasi yang dilakukan redaksi tuntasposttv.com kepada Kapolres Binjai melalui pesan WhatsApp justru membuka kejanggalan baru. Bukannya memberikan klarifikasi sebagai pejabat publik, Kapolres justru memilih bungkam total tanpa memberikan jawaban sedikit pun atas pertanyaan yang disampaikan awak media.

Namun yang lebih mengejutkan, tidak lama setelah pesan konfirmasi itu dikirim oleh redaksi tuntasposttv.com, seseorang yang mengaku bernama Hendra dari Brandan justru menghubungi pimpinan redaksi. Yang membuat situasi semakin mencurigakan, pesan yang dikirimnya merupakan tangkapan atau penerusan dari pesan konfirmasi yang sebelumnya dikirim langsung kepada Kapolres.

Kejadian ini memunculkan pertanyaan serius: bagaimana mungkin pesan konfirmasi dari redaksi tuntasposttv.com kepada pimpinan kepolisian bisa bocor ke pihak yang diduga berada di lingkaran penjaga lokasi judi. Situasi ini semakin mempertebal dugaan adanya komunikasi yang tidak wajar di balik praktik perjudian tersebut.

“Yang membuat saya heran, bagaimana pesan WhatsApp saya ke Kapolres bisa sampai ke penjaga mesin judi itu. Bahkan dia yang mengirim kembali pesan itu kepada saya,” ujar pimpinan redaksi dengan nada geram.

Tak berhenti sampai di situ, sosok yang mengaku Hendra tersebut juga mengirim pesan bernada kasar, penuh caci maki dan intimidasi. Ia bahkan menantang agar persoalan tersebut dilaporkan hingga ke Markas Besar TNI maupun kepada Prabowo Subianto.

Di tengah situasi ini, publik mulai menilai wilayah hukum Kepolisian Resor Binjai diduga kuat telah ditunggangi jaringan mafia perjudian yang bermain di balik layar. Aktivitas ilegal yang terus berjalan tanpa penindakan menimbulkan kecurigaan bahwa ada pihak-pihak yang membekingi praktik tersebut demi keuntungan ekonomi pribadi.

Fenomena alergi konfirmasi dari petinggi kepolisian di Polres Binjai semakin memperkeruh keadaan. Ketika awak media mencoba meminta klarifikasi, yang muncul justru sikap bungkam dan tertutup. Bagi banyak pihak, ini menjadi gambaran nyata bahwa penegakan hukum di wilayah tersebut dipertanyakan kredibilitasnya.

Padahal sebelumnya Listyo Sigit Prabowo secara tegas menyatakan siap menindak anggota yang melanggar aturan dan mencederai keadilan publik. Pernyataan itu disampaikan dalam acara berbuka puasa Polri bersama insan pers di Bareskrim Polri, bahkan Kapolri juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas ulah oknum polisi. Kini publik menunggu, apakah komitmen itu benar-benar ditegakkan hingga ke daerah, atau justru hanya berhenti sebagai janji di podium sementara praktik perjudian terus berjalan tanpa tersentuh hukum.

(Yudit/TM)
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image