BREAKING NEWS

Dugaan Hubungan Pribadi ASN Kesehatan di Sampang, Dinkes Siapkan Pemanggilan Resmi

 


SAMPANG ,Dugaan adanya hubungan pribadi yang tidak wajar yang melibatkan seorang aparatur sipil negara (ASN) di sektor kesehatan Kabupaten Sampang menjadi perhatian sebagian masyarakat.


Persoalan ini mencuat ke ruang publik setelah seorang warga Sampang berinisial SA menyampaikan kecurigaannya terhadap perilaku istrinya, yang diketahui berstatus sebagai ASN aktif dan bertugas di wilayah Kecamatan Tambelangan.


Menurut penuturan SA, kecurigaan tersebut bermula dari intensitas komunikasi yang dinilai tidak biasa antara istrinya dengan seorang pria lain berinisial SY, yang berlangsung secara tertutup dan berulang dalam kurun waktu tertentu.


Selain itu, SA juga mengaku beberapa kali mendapati kendaraan yang digunakan istrinya berada di lokasi yang sama dengan pria tersebut, termasuk di wilayah Kecamatan Torjun. Bahkan, pada akhir Desember 2025, yang bersangkutan disebut berada di dalam sebuah rumah bersama pria lain tanpa kehadiran pihak lain, sehingga menimbulkan dugaan adanya pelanggaran etika dan norma sebagai ASN sekaligus individu yang telah berkeluarga.


Informasi tersebut kemudian menimbulkan beragam tanggapan di tengah masyarakat, mengingat ASN yang bersangkutan merupakan bagian dari institusi pelayanan publik yang diharapkan menjunjung tinggi etika, moral, serta disiplin kerja.


Menanggapi hal tersebut, Kepala Puskesmas Tambelangan, Bustomi, membenarkan bahwa pihaknya telah mengambil langkah awal dengan memanggil ASN yang bersangkutan serta melaporkan peristiwa tersebut kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang.


“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Sampang dan telah memanggil yang bersangkutan untuk dimintai keterangan. Untuk keputusan lebih lanjut, kami masih menunggu arahan dari Dinas Kesehatan,” ujarnya.


Sementara itu, dr. Dwi Herlinda Lusi Harini, selaku Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang, membenarkan bahwa pihaknya baru menerima laporan terkait dugaan tersebut dan masih dalam tahap awal penelaahan.


“Laporan baru saya terima sekitar jam sembilan pagi, sudah saya baca dan pelajari. Rencananya, yang bersangkutan akan dipanggil melalui bagian kepegawaian dinas,” ujarnya singkat, Kamis (8/1/2026).


Hingga saat ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang belum mengeluarkan keputusan resmi terkait hasil klarifikasi maupun kemungkinan sanksi yang akan dijatuhkan. Proses penanganan disebut masih menunggu tahapan pemeriksaan sesuai ketentuan yang berlaku.


BBG

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image