UMKM Bangka Belitung Tembus Pasar Dunia, Karantina Babel Perkuat Program Go Ekspor Daun Ketapang
SERGAPNEWS.COM, PANGKALPINANG – Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepulauan Bangka Belitung (Karantina Babel) terus memperkuat pembinaan kepada pelaku usaha sekaligus mendorong komoditas unggulan daerah agar mampu bersaing di pasar internasional melalui program Go Ekspor. Langkah tersebut merupakan bagian dari peran Barantin sebagai akselerator ekspor komoditas pertanian dan perikanan dengan membuka akses pasar bagi produk-produk unggulan daerah.
Kepala Karantina Babel, Herwintarti, mengatakan daun ketapang menjadi salah satu komoditas unggulan Bangka Belitung yang memiliki permintaan cukup tinggi di pasar internasional. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha harus terus diperkuat agar semakin banyak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang mampu menembus pasar ekspor serta memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.
Berdasarkan data Best Trust (Barantin Electronic System for Transaction and Utility Service Technology), Karantina Babel mencatat UMKM binaannya berhasil mengekspor sebanyak 665,14 kilogram daun ketapang selama semester I tahun 2025. Produk tersebut dipasarkan ke Amerika Serikat, Inggris, dan Jerman.
Sementara pada semester I tahun 2026, volume ekspor tercatat mencapai 646,41 kilogram, atau turun sekitar 2,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Meski demikian, Herwintarti menegaskan penurunan tersebut tidak signifikan karena permintaan dari negara tujuan masih terus berjalan, bahkan dalam waktu dekat dijadwalkan kembali dilakukan pengiriman ke Inggris.
"Capaian ini tetap menunjukkan tren yang positif dan menjadi optimisme bagi kami bahwa ekspor daun ketapang asal Bangka Belitung akan terus berkembang seiring meningkatnya permintaan pasar internasional," ujarnya.
Salah satu pelaku UMKM, Lukman, menjelaskan bahwa negara importir memesan daun ketapang dalam bentuk kering dengan ukuran tertentu sesuai kebutuhan pasar. Daun ketapang kering banyak dimanfaatkan sebagai kondisioner air alami untuk akuarium, khususnya bagi ikan hias seperti cupang, guppy, dan channa.
Selain mampu membantu menurunkan dan menstabilkan tingkat keasaman (pH) air, daun ketapang juga mengandung tanin yang berfungsi mempercepat penyembuhan luka pada ikan, sekaligus memiliki sifat antibakteri dan antijamur sehingga menjadi produk yang banyak diminati penghobi ikan hias di berbagai negara.
Lukman berharap dukungan dan pendampingan dari Karantina Babel terhadap pelaku UMKM dapat terus berlanjut sehingga membuka peluang ekspor bagi komoditas lainnya.
"Sinergi bersama Karantina dalam memberikan dukungan kepada pelaku UMKM saya harap terus berkembang, sehingga ke depan kami dapat memperluas ekspor ke berbagai komoditas lainnya," katanya.
Untuk memenuhi persyaratan ekspor, daun ketapang kering harus dipastikan bebas dari serangga hidup. Proses pengeringan dilakukan melalui penjemuran maupun menggunakan oven agar kualitas produk tetap terjaga sesuai standar negara tujuan.
Selain daun ketapang, Lukman juga telah berhasil mengekspor daun manggis kering meski masih dalam volume terbatas ke pasar internasional yang sama.
Melalui program Go Ekspor, Karantina Babel bersama berbagai pemangku kepentingan berkomitmen mendorong hilirisasi komoditas secara terintegrasi. Upaya tersebut dilakukan melalui kemudahan layanan ekspor, pemenuhan persyaratan karantina, ketertelusuran produk, serta jaminan kesehatan komoditas secara berkelanjutan guna memperkuat daya saing UMKM dan memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
(TIM INVESTIGASI)
