Mobil Dinas Kabag Ops Polres SBB Terbakar di Tengah Bentrok Warga Katapang dan Olas, Ketegangan Memanas di Huamual
SERGAPNEWS.COM, SERAM BAGIAN BARAT (SBB) – Situasi keamanan di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Sulawesi Maluku, kembali memanas usai bentrokan antarwarga dari Dusun Katapang dan Dusun Olas, Desa Lokki, Kecamatan Huamual, pada Sabtu (6/6/2026). Insiden ini tidak hanya menimbulkan ketegangan sosial, tetapi juga berujung pada kerusakan aset negara: sebuah mobil dinas milik Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres SBB dilaporkan terbakar habis dalam kerusuhan tersebut.
Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial dan dikonfirmasi melalui laporan lapangan, api melahap kendaraan operasional kepolisian saat situasi sedang kacau-balau akibat gesekan massa. Foto dan video yang tersebar menunjukkan asap hitam tebal membubung tinggi dari sisa rangka mobil yang hangus terbakar di tengah jalan tanah yang dikelilingi pepohonan, dengan sejumlah warga tampak berada di sekitar lokasi kejadian.
Kronologi bentrokan bermula dari konflik horizontal antara dua dusun tetangga yang diduga dipicu oleh sengketa lahan atau persoalan adat yang belum tuntas. Ketegangan yang sudah berlangsung lama akhirnya pecah pada pagi hari Sabtu, ketika massa dari kedua belah pihak saling lempar batu dan menggunakan senjata tajam tradisional. Aparat kepolisian yang berusaha meredam eskalasi justru menjadi sasaran kemarahan massa, hingga salah satu unit mobil dinas Kabag Ops Polres SBB yang hadir di lokasi ikut dirusak dan dibakar.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari Kapolres SBB mengenai kondisi personel maupun detail kronologi terbakarnya mobil dinas tersebut. Namun, sumber internal kepolisian menyebutkan bahwa tim gabungan TNI-Polri telah dikerahkan untuk mengamankan lokasi dan mencegah perluasan kerusuhan ke desa-desa sekitarnya.
Insiden ini menandai gelombang ketiga bentrokan antarwarga di wilayah Huamual dalam kurun waktu enam bulan terakhir. Sebelumnya, konflik serupa pernah terjadi pada Desember 2025 dan Maret 2026, yang masing-masing mengakibatkan luka-luka ringan dan pengungsian puluhan keluarga.
Masyarakat setempat, termasuk akun media sosial @mams_qyara_pondok yang pertama kali menyebarluaskan foto insiden, menyuarakan keprihatinan mendalam. “Kenapa bentrok terus? Damailah SBB,” tulisnya dalam unggahan yang viral, mencerminkan kelelahan warga terhadap siklus kekerasan yang tak kunjung usai.
Pemerintah Daerah Kabupaten SBB bersama Forkopimda setempat dijadwalkan menggelar rapat darurat malam ini untuk mengevaluasi penanganan konflik dan mempertimbangkan langkah-langkah preventif jangka panjang, termasuk mediasi adat dan pendampingan psikososial bagi komunitas yang terlibat.
Polres SBB menegaskan akan mengusut tuntas kasus pembakaran mobil dinas serta pelaku utama bentrokan. “Kami tidak akan mentolerir tindakan anarkis yang merugikan fasilitas negara dan mengancam stabilitas kamtibmas,” ujar seorang pejabat kepolisian.
Asas praduga tak bersalah tetap berlaku bagi semua pihak yang diduga terlibat. Penyelidikan sedang berjalan intensif, dengan koordinasi erat antara Polri, TNI, dan pemerintah daerah untuk mengembalikan ketertiban dan mencegah terulangnya tragedi kemanusiaan di kawasan terpencil tersebut.
Redaksi terus memantau perkembangan situasi dan akan memperbarui informasi seiring dengan rilis resmi dari otoritas terkait.
