BREAKING NEWS

Barantin Perkuat Hilirisasi Lada Putih Bangka Belitung, Dorong Daya Saing Ekspor Global

SERGAPNEWS.COM, PANGKALPINANG – Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepulauan Bangka Belitung (Karantina Babel) terus memperkuat hilirisasi dan sistem ketertelusuran komoditas unggulan daerah, yakni lada putih Bangka Belitung atau Muntok White Pepper. Langkah ini dilakukan untuk menjamin mutu, keamanan pangan, serta meningkatkan daya saing produk di pasar internasional.

Kepala Karantina Babel, Herwintarti, mengatakan bahwa ketertelusuran menjadi elemen penting dalam mendukung hilirisasi komoditas dan membangun kepercayaan pasar global. Upaya ini juga sejalan dengan Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam memperkuat sektor ekspor berbasis komoditas unggulan nasional.

“Ketertelusuran merupakan kunci utama dalam menjaga kualitas dan keberterimaan produk di pasar internasional. Melalui penguatan hilirisasi, lada putih Bangka Belitung semakin siap bersaing dan memiliki nilai tambah yang berkelanjutan,” ujar Herwintarti dalam keterangan pers di Pangkalpinang, Rabu (21/1).

Sepanjang tahun 2025, kinerja ekspor lada putih Bangka Belitung tercatat masih cukup positif. Volume ekspor mencapai 1,37 ribu ton dengan frekuensi pengiriman sebanyak 184 kali. Nilai ekspor tersebut mencapai sekitar Rp180 miliar, berdasarkan data Best Trust (Barantin Electronic System for Transaction and Utility Service Technology).

Selain ekspor, pergerakan lada putih untuk tujuan domestik keluar daerah juga menunjukkan angka signifikan, yakni sebesar 71,49 ribu ton dengan 308 kali pengiriman dan nilai ekonomi mencapai Rp535,89 miliar. Adapun negara tujuan utama ekspor meliputi Vietnam, Singapura, Jepang, Malaysia, dan Taiwan.

Herwintarti menjelaskan, melalui Program Go Ekspor, Karantina Babel aktif mendorong pelaku usaha agar mampu menembus pasar internasional secara berkelanjutan. Pendampingan dilakukan mulai dari hulu hingga hilir, mencakup aspek teknis produksi, pengawasan karantina, hingga pemenuhan persyaratan negara tujuan sesuai standar Sanitary and Phytosanitary Measures (SPS).

“Melalui pengawasan karantina yang optimal, kami memastikan lada putih Bangka Belitung memenuhi standar mutu, bebas dari organisme pengganggu tumbuhan karantina, serta memiliki daya saing tinggi di pasar global,” jelasnya.

Pendampingan juga meliputi pemenuhan persyaratan teknis ekspor, pencegahan risiko OPTK, serta penyampaian informasi terkini terkait perubahan regulasi negara tujuan. Langkah ini dilakukan agar pelaku usaha dapat menyesuaikan diri lebih awal dan meminimalkan hambatan ekspor.

Dengan sinergi lintas sektor dan penguatan peran karantina melalui Program Go Ekspor, lada putih Bangka Belitung diharapkan tidak hanya mampu mempertahankan pasar yang telah ada, tetapi juga membuka peluang ekspor ke pasar baru. Upaya ini diyakini dapat meningkatkan nilai tambah, kesejahteraan petani, serta memperkuat kontribusi komoditas lada putih terhadap perekonomian daerah dan nasional. (*)
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image